Kamis, 19 April 2012

pre menstrual syndrome (gangguan psikologi pada masa menstruasi)

A.           Pengertian Menstruasi
Menstruasi adalah perdarahan dari uterus karena perubahan hormonal yang teratur atau berdaur teratur, kira-kira empat minggu sekali (kamus istilah kebidanan, hal 116)
Menstruasi adalah pelepasan dinding rahim (endometrium) yang disertai dengan perdarahan yang terjadi secara berulang setiap bulannya kecuali pada saat kehamilan. Menstruasi yang pertama atau menarche paling sering terjadi pada usia 11 tahun, tetapi bisa juga terjadi pada usia 8 tahun atau 16 tahun tergantung factor-faktor yang mempengarui kedewasaan atau perkembangan hormone pada gadis itu sendiri
Pada wanita siklus menstruasi rata-rata terjadi sekitar 28 hari, walaupun hal ini berlaku umum, tetapi tidak semua wanita memiliki siklus menstruasi yang sama, kadang-kadang siklus terjadi setiap 21 hari hingga 30 hari. Biasanya, menstruasi rata-rata terjadi 5 hari, kadang-kadang menstruasi juga dapat terjadi sekitar 2 hari sampai 7 hari. Umumnya darah yang hilang akibat menstruasi adalah 10mL hingga 80mL per hari tetapi biasanya dengan rata-rata 35mL per harinya.



B.     Gangguan Psikis Menstruasi
1.    Disminore
Disminore adalah nyeri pada waktu haid terasa di perut bagian bawah atau didaerah bujur sangkar michaelis, nyeri terasa sebelum, selama dan sesudah haid. Dapat bersifat kholik atau terus-menerus. (kamus istilah kebidanan hal 47)
Disminore adalah yeri perut yang berasal dari kram rahim dan terjadi selama menstruasi. Disebuut disminore primer jika tidak ditemukan penyebab yang mendasar. Nyeri pada disminor primer diduga bersal dari kontraksi rahim yang dirangsang oleh prostaglandin.
Pada saat menstruasi, perempuan kadang mengalami nyeri. Sifat dan tingkat rasa nyeri bervariasi, mulai dari yang ringan hingga yang berat. Untuk yang berat, lazim disebut dismenorrhoe. Keadaan nyeri yang hebat itu dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Nyeri haid ada dua macam :
a.         Nyeri haid primer
Timbul sejak haid pertama dan akan pulih sendiri dengan berjalannya waktu, tepatnya setelah stabilnya hormon tubuh atau perubahan posisi rahim setelah menikah dan melahirkan. Nyeri haid itu normal, namun dapat berlebihan jika dipengaruhi oleh faktor psikis dan fisik, dan seperti stres, shock, penyempitan pembuluh darah, penyakit yang menahun, kurang darah, dan kondisi tubuh yang menurun. Gejala tersebut tidak membahayakan kesehatan.


b.         Nyeri haid sekunder
Biasanya baru muncul kemudian, yaitu jika ada penyakit atau kelainan yang menetap seperti infeksi rahim, kista atau polip, tumor sekitar kandungan, kelainan kedudukan rahim yang mengganggu organ dan jaringan di sekitarnya.
2.    Amenorea
Amenorea adalah keadaan dimana menstruasi berhenti pada masa menstruasi teratur. Amenorea bisa disebabkan oleh penyakit pada indung telur atau uterus, beberapa penyakit berat misalnya penyakit ginjal kronik, obat-obatan, serta pengangkatan kandung rahim atau indung telur.
Ada beberapa hal yang lain dapat menjadi penyebabnya, yaitu:
a.       Hymen imperforata, yaitu selaput dara tidak berlubang sehingga darah menstruasi terhambat untuk keluar. Biasanya keadaan tersebut diketahui bila si perempuan sudah waktunya mens tetapi belum mendapatkannya. Dia mengeluh sakit perut setiap bulan. Hal itu bisa diatasi dengan operasi untuk melubangi selaput daranya.
b.       Menstruasi anovulatoire, yaitu rangsangan hormon-hormon yang tidak mencukupi untuk membentuk lapisan dinding rahim hingga tidak terjadi haid atau hanya sedikit. Kurangnya rangsangan hormon ini menyebabkan endometrium tidak terbentuk dan keadaan ini menyebabkan perempuan tidak mengalami masa subur karena sel telur tidak terbentuk. Pengobatannya adalah dengan terapi hormon.
c.        Amenorrhoea sekunder, biasanya penderita sudah pernah mens sebelumnya. Hal tersebut diakibatkan oleh berbagai keadaan seperti hipotensi, anemia, infeksi, atau kelemahan kondisi tubuh secara umum. Selain itu, bisa juga disebabkan oleh stres psikologis. Apabila terjadi kondisi tersebut, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.
3.    Premeenstruasi Syndrom (PMS)
Sakit perut, cepat tersinggung, dan mudah marah tanpa alasan yang jelas yang biasanya dirasakan wanita beberapa hari menjelang menstruasi. Perubahan baik secara fisik ataupun psikologis sebelum mendapat menstruasi disebut Premenstrual Syndrome (PMS).
a.     Pengertian PMS
Sindrome pra menstruasi atau yang lebih dikenal dengan istilah PMS adalah gejala-gejala yang dirasakan oleh wanita pada 1 atau 2 minggu sebelum periode menstruasi.
b.    Gejala PMS
Gejala yang ditimbulkan bisa bermacam-macam, mulai dari gejala fisik, psikis, dan psikologi. Namun gejala tersebut akan hilang saat menstruasi datang.
Menurut study yang dilakukan oleh para dokter, secara umum gejala PMS ini dapat dibagi dalam 2 kelompok, yaitu gejala fisik dan gejala psikologis.
·      Gejala Fisik
Pada umumnya wanita yang mengalami PMS akan merasakan gejala fisik seperti; berat badan bertambah, bengkak pada kaki dan pergelangan kaki, perubahan pada payudara, sakit kepala, pusing, kram pada rahim (biasanya sebelum dan beberapa hari pertama dari periode menstruasi), keinginan akan makanan tertentu, tumbuhnya jerawat, lemah, sakit perutr,sakit pada punggung dan otot.
·      Gejala Psikologi
Sementara itu gejala psikologinya adalah perubahan mood cepat tersinggung, mudah marah, depresi, sering tiba-tiba menangis, cepat berubah dari gembira menjadi marah, cepat lupa, merasa sendirian di tengah keramaian, tidak bisa konsentrasi, malas, tegang, rendah diri, dan bingung. Gejala lain adalah sulit tidur, lelah, pusing, sering merasa haus, banyak makan, gairah seksual berubah, dan menurunnya minat dalam kehidupan sehari-hari.
Meskipun gejala yang dialami setiap wanita berbeda-beda, ada 3 gejala utama yang paling sering dirasakan, yaitu cepat tersinggung, saikit pada punggung dan otot dan badan terasa bengkak.
Beruntunglah jika gejala PMS yang wanita rasakan hanya sebatas ini. Dalam tingkatan yang lebih parah, beberapa wanita bahkan sampai pingsan ketika PMS datang.Sindrom PMS, pada dasarnya, bukan penyakit, melainkan kumpulan reaksi tubuh.
Menurut data dari The American College of Obstetricians and Gynecologists, hampir 70 persen wanita di seluruh dunia setiap bulannya mengalami PMS. Sekitar 14 persen dari wanita usia 20-35 tahun tidak seberuntung itu karena setiap kali PMS datang, mereka harus bed rest lantaran begitu hebatnya rasa sakit yang menyerang.


c.     Klasifikasi PMS
Menurut Dr. Guy E. Abraham, ahli kandungan dan kebidanan dari Fakultas Kedokteran UCLA, AS, PMS dibedakan menjadi empat tipe sesuai dengan tingkat keparahan dan kondisi hormonal dalam tubuh, yaitu PMS tipe A (60% wanita dunia), H (20%), C (10%), dan D (10%).
·        PMS Tipe A (anxiety)
Gejala: rasa cemas, sensitif, mudah tersinggung, saraf tegang, perasaan labil. Beberapa wanita mengalami depresi ringan sampai saat mendapat menstruasi.
Pemberian hormon progesteron kadang dilakukan untuk mengurangi gejala ini, tetapi beberapa peneliti mengatakan, pada penderita PMS tipe ini bisa jadi kekurangan vitamin B6 dan magnesium.
Saran: banyak mengkonsumsi makanan berserat, jangan merokok, dan batasi asupan kafein yang berasal dari kopi, teh dan cokelat.
·        PMS Tipe C (craving)
Gejala: Pusing, berkeringat dingin, sering merasa lapar, edema (pembengkakan) pada perut kembung, nyeri pada buah dada, tangan dan kaki serta terjadi peningkatan pada berat badan. Pembengkakan terjadi akibat berkumpulnya air pada jaringan di luar sel (ekstrasel) karena asupan garam atau gula yang tinggi. Gejala tipe ini dapat juga dirasakan bersamaan dengan tipe PMS lain.
Pemberian obat diuretika diketahui dapat meminimalkan retensi (penimbunan) air dan natrium pada tubuh akan membantu mengurangi gejala yang ada.
Saran: dianjurkan mengurangi asupan garam, gula, serta konsumsi cairan.

·        PMS Tipe D (depression)
Gejala: merasa sedih, lupa, bingung, dan lapar ingin mengkonsumsi makanan yang manis (biasanya cokelat) dan karbohidrat sederhana (gula).
Pada umumnya sekitar 20 menit setelah menyantap gula dalam jumlah banyak, timbul gejala hipoglikemia seperti kelelahan, jantung berdebar, pusing kepala yang terkadang sampai pingsan. Hipoglikemia timbul karena pengeluaran hormon insulin dalam tubuh meningkat.
Dorongan untuk menyantap makanan manis disebabkan oleh stress dan kekurangan asam lemak esensial (omega 6), asam amino tyrosine, vitamin B6, atau magnesium. Biasanya PMS tipe D berlangsung bersamaan dengan PMS tipe A, hanya sekitar 3% dari seluruh tipe PMS benar-benar murni tipe D.
Saran: perbanyak konsumsi sayur-sayuran hijau, biji-bijian, gandum dan kacang-kacangan, serta makanan yang mengandung asam lemak esensial linoleat (minyak biji tumbuhan, minyak sayur).
·        PMS Tipe H (hyperhidration)
Gejala: penumpukan cairan tubuh, berat badan bertambah, payudara tegang dan terasa nyeri, ingin menangis, lemah, gangguan tidur, pelupa, bingung, sulit dalam mengucapkan kata-kata (verbalisasi), bahkan kadang-kadang muncul rasa ingin bunuh diri atau mencoba bunuh diri.
Saran: meningkatkan konsumsi makanan yang mengandung vitamin B6 dan magnesium dapat membantu mengatasi gangguan PMS tipe ini.
Sebenarnya, ada satu lagi tipe PMS, yaitu tipe P (pain). Gejalanya antara lain pegal-pegal, jerawat, rambut dan kulit berminyak berlebih, mual, muntah, dan lebih sensitif terhadap rasa nyeri.
d.    Depresi Parah PMS
Pada bentuk yang sangat berat, PMS bisa dimasukkan dalam kategori gangguan jiwa atau PreMenstrual Dysphoric Disorder (PMDD). Dalam hal ini, perubahan emosi yang terjadi mengarah pada depresi, perasaan tidak punya harapan, kemarahan, rasa cemas, turunnya kepercayaan diri, susah konsentrasi, gelisah, dan tegang.
Beberapa wanita dengan gangguan PMS berat harus waspada karena ada kemungkinan memiliki gangguan kejiwaan. Dan sudah jelas penanganannya tidak bisa dilakukan sendiri karena seorang yang mengalami PMDD kemungkinan memiliki niat bunuh diri.
e.     Penyebab PMS
Penjelasan yang paling umum mengenai penyebab PMS ini adalah berkaitan dengan perubahan siklus pada hormon seks wanita, kelenjar di bawah otak dan beberapa zat kimia otak.
Beberapa peneliti menyatakan PMS ini terjadi karena turunnya gula darah dan rendahnya hormon tiroid, atau makanan yang kurang mengandung vitamin B, magnesium dan kalsium.
Di samping itu, ada juga pendapat yang menyatakan bahwa PMS berkaitan dengan gaya hidup. PMS kemungkinan sangat mengganggu pada wanita merokok, stress, jarang berolahraga, kurang tidur, banyak mengkonsumsi caffeine, alcohol, makanan yang banyak mengandung garam, daging merah, makanan yang manis seperti coklat dan produk susu.
Penyebab lain dari PMS di antaranya faktor genetik dari ibu atau nenek, ada ketidakseimbangan neurotransmiter , adanya faktor psikologi yang memicu gejala PMS dan hubungan dengan orang terdekat, seperti dengan keluarga maupun pasangan, menjadi terganggu.
f.     Penanganan  PMS
Walaupun rasa sakitnya tidak akan hilang 100%, namun dengan mengubah beberapa kebiasaan, rasa sakit PMS bisa dikurangi sehingga Anda bisa tetap beraktivitas. Beberapa cara yang bisa dilakukan:
*      Hindari minuman berkafein
Kopi, teh, dan minuman berkarbonasi adalah beberapa contoh minuman mengandung kafein, salah satu unsur kimia yang berperan menstimulan sistem syaraf untuk membantu mengurangi rasa tertekan.
*      Tidur cukup
The American Journal of Psychiatry memuat artikel yang mengatakan bahwa tidur selama 7-8 jam sehari dapat meminimalkan perubahan emosi menjelang haid.
*      Konsumsi unsur nutrisi yang tepat
Menjelang menstruasi, disarankan mengonsumsi makanan berkarbohidrat kompleks dan serat yang terdapat pada makanan seperti, roti gandum, pasta, sereal, buah, sayuran,kentang, jagung, atau kacang polong, karena memicu produksi serotonin untuk meminimalkan perubahan emosi.
                        Selain itu, konsumsilah makanan yang kaya vitamin dan mineral atau mengonsumsi suplemen vitamin dan mineral. Jangan lupa menyertakan sumber protein pada setiap menu makanan, mengurangi konsumsi gula dan lemak selama menjalani diet guna membantu meningkatkan energi, dan menstabilkan mood. Hentikan mengonsumsi alkohol.
                        Kurangi konsumsi garam, bukan hanya garam yag ada dalam makanan sehari-hari, tetapi juga kandungan sodium pada makanan kemasan.
*      Rutin olahraga
Setiap kali berolahraga, terutama aerobic 30 menit sebanyak 4-6 kali seminggu, jalan kaki,memodifikasi diet.tubuh akan memproduksi endorphin lebih banyak. Akibatnya kesehatan jantung lebih terjaga dan aliran darah lancar, sehingga meminimalkan migren, perubahan emosi dan menangkal lemas.
C.     Gangguan Psikologi Menstruasi
Secara normal menstruasi berlangsung kurang lebih pada usia 1-16 tahun. Cepat atau lambatnya kematangan seksual (menstruasi, kematangan fisik) ini kecuali ditentukan oleh konstitusi fisik individual, juga dipengaruhi oleh faktor ras, suku bangsa, iklim , cara hidup, dan milieu yang melingkungi anak. Badan yang lemah atau penyakit yang mendera seorang anak gadis, umpamanya bisa memperlambat tibanya menstruasi.
Selanjutnya rangsangan – rangsangan kuat dari luar umpamanya saja berupa film – flm sex, buku bacaan atau majalah yang bergambar sex,godaan, dan rangsangan dari kaum adam (pria). Pengamatan secara langsung tentang perbuatan koitus atau sexsual. Dapat mengakibatkan memuncanya atau semakin panasnya reaksi seksual , akan tetapi dapat mengakibatkan kematangan seksual yang lebih cepat dari anak sewajarnya.
Namun semakin muda usia si gadis, semakin ia belum siap menerima peristiwa haid akan semakin terasa “kejam mengancam”. Yaitu rasa pahit menyebalkan sebagai handicap/gangguan atau sebagai reaksi kejutan dalam anggapan fantasi anak.
Gejala yang sering terjadi dan sangat mencolok pada peristiwa, haid pertama ialah kecemasan atau ketakutan yang diperoleh keinginan untuk memperoleh proses fisiologis tadi.kadang sang anak menyalahkan sang ibu dan terkadang merasa digenangi dosa. Maka banyak peristiwa menstruasipertama itu dihayati oleh anak gadis sebagai satu pengalaman yang traumatis.
Anak gadis kemudian menentang dengan keras untuk membersihkan dirinya dan banyak diantara mereka menyembunyikan semua pakaian yang kotor dan kainnya dalam laci – laci atau disudut lemari, gadis tersebut merasa terhalangi atau merasa dibatasi kebebasan dirinya oleh datangnya haid. Sepeprti tidak bisa berenanag, berolahraga, beribadah. semuan ini menjadi pengalaman yang kurang menyenangkan.
Pada anak gadis mempunyai kecenderungan neurotis dalam usia pubertas dan banayak mengalami konflik batin, memunculkan beberapa tingkah laku patologis, berupa kecemasan fobia terhadap menstruasi. Maksudnya disini jika keregangan dan kecemasan ini secara terus menerus serta berlebihan serta tidak segera diatasi maka akan menimbulkan fobia pada menstruasi. Selain itu juga akan menimbulkan minat yang sangat berlebihan, bentuk hypochoondria, adapun rasa bersalah, mudah tersinggung atau mudah marah. Perasaan ini timbul dikarenakan akibat dari perubahan cara kerja hormone-hormon serata karena pengaruh rasa nyeri yang timbul pada saat menstruasi.Perubahan pola makan pola makan cenderung meningkat terutama pada makan yang manisMerasa gelisa dan gangguan tidur. Pada saat menstruasi seorang wanita akan mengalami gangguan atau masala susah tidur atau insomnia.
Pada yang lebih tua , penolakan terhadap menstruasi bisa menimbulan penyakit psychogwene Amenorrhoe, berupa gangguan fisik dan psikis, gangguan fungsional yang disebabkan penyakit ini umumnya sulit disembuhkan baik dengan pengobatan fisis maupun organis.
Maka informasi yang positif sangat berguna agar tidak terjadi kesalah pemahaman terhadap para wanita yang mengalami menstruasi.
D.    Penyebab Gangguan Menstruasi
Ada dua penyebab utama gangguan menstruasi. Pertama, kelainan organ seperti mioma, kanker atau polip. Kedua, kelainan hormonal. Dari kelima gangguan menstruasi diatas, ada yang berbahaya ada yang tidak berbahaya. Oligomenore tidak berbahaya, namun perempuan dapat memiliki potensi sulit hamil, karena tidak terjadi ovulasi. Polimenore dan hipermenore adalah gangguan menstruasi yang berbahaya. Terlalu sering haid (polimenore), misalnya 2 minggu sekali, dapat menyebabkan anemia. Begitu juga dengan hipermenore dapat menyebabkan anemia. Polimenore dan hipermenore juga berhubungan dengan gangguan bekuan darah dan mioma. Polimenore yang terkait dengan gangguan hormonal, dapat terjadi pada perempuan yang mengalami peralihan dari masa subur ke masa menopause. Polimenore juga dapat terjadi pada perempuan muda menjelang haid pertama kali. Perempuan obesitas juga terkadang mengalami polimenore. Factor penyebab hipermenore adalah mioma uteri, polip endometrium, endometritis, dll. Suntik KB dapat menyebabkan oligomenore maupun amenore. Jika tidak menggunakan KB pil ato suntik, oligomenore berhubungan dengan penyakit polikistik ovarium. Yang menyebabkan perempuan tidak dapat menghasilkan sel telur, sehingga tidak terdaji ovulasi yang pada akhirnya dapat menimbulkan gangguan hormone, akibatnya jangka waktu haid sangat lama.
Perempuan dikatakan amenorea jika tidak menstruasi lebih dari 5 bulan sejak menstruasi terakhir. Amenore dibagi menjadi dua yaitu primer dan sekunder. Amenore primer terjadi pada perempuan yang tidak pernah mendapatkan haid, sedangkan amenorea sekunder terjadi pada orang yang pernah mendapatkan haid, tapi kemudian berhenti karena anovulasi. Amenore primer biasanya disebabkan oleh gangguan dari lahir. Sedangkan amenore sekunder dapat disebabkan karena kehamilan, penggunaan KB, dll.
E.     Cara Mengatasi Gangguan Psikologi Menstruasi
Cara mengatasi gangguan-gangguan psikologi pada masa menstruasi adalah dengan melakukan konsultasi atau konsling pada tenaga kesehatan seperti bidan, dokter dan sebagainya dan menjadikan tenaga kesehatan tersebut sebagai konselor.


Peran atau tugas sebagai konselor ini yaitu sebagai berikut:
1. Memberi penjelasan kepada klien, bahwa proses menstruasi merupakan suatu proses fisiologi atau normal yang pasti akan terjadi dan akan dialami oleh setiap wanita yang subur
2. Memberi informasi-informasi positif yang berguna mengenai menstruasi agar tidak terjadi kesalah pahaman terhadap proses menstruasi tersebut.
3. Memberikan saran untuk mengurangi ketegangan dan rasa nyeri proses menstruasi berlangsung, seperti istirahat yang cukup, perbanyak minum air putih dan melakukan kompres air hangat pada bagian perut.
4. Memberikan support mental atau dukungan pada klien, agar lebih percaya diri dan tidak merasa takut dalam menghadapi masa menstruasi.
              Sudah jadi rahasia umum, jika kaum perempuan yang sedang mengalami datang bulan (menstruasi), banyak mengalami perubahan hormon yang memengaruhi dirinya. Menurut jurnal online Massachusettes General Hospital dan Harvard Medical School, 85% perempuan mengalami banyak perubahan semasa menstruasi atau juga pada masa pra-menstruasi (PMS). Beberapa hal yang sering terjadi biasanya kaum perempuan merasa depresi, mudah marah, sensitif, dan berbagai kendala emosi lainnya.
Untuk itu, mengingat hal tersebut bukanlah “penyakit” tetapi lebih karena perubahan hormon dalam tubuh, sebenarnya tak ada hal yang perlu dikhawatirkan. Namun, memang ada baiknya, karena masalah emosi sering berkaitan juga dengan orang di sekeliling apalagi bagi perempuan karier maka menurut The National Woman’s Health dari Departemen Kesehatan Amerika wanita perlu melakukan beberapa hal berikut, agar emosi tak mengganggu aktivitas ; 
1.       Lakukan sosialisasi dengan teman-teman. Banyak kasus di mana orang yang mudah emosi akan lebih mudah mengendalikan emosinya saat ia bisa menemukan orang yang tepat untuk diajak bicara. Karena itu, dengan bersosialisasi atau sekadar berbincang dengan kawan dekat akan mengurangi depresi atau stres yang timbul saat menstruasi.
2.       Lakukan rileksasi dengan berbagai terapi seperti meditasi, pemijatan, atau yoga. Rileksasi sejenak dari rutinitas akan membuat badan terasa lebih segar. Dengan begitu, tubuh akan lebih bisa menerima “tekanan” yang mungkin terjadi dengan cara yang lebih rileks sehingga tak akan mudah emosi.
3.       Istirahat atau tidur yang cukup, setidaknya 8 jam sehari. Istirahat yang cukup pada masa-masa menstruasi akan melancarkan sirkulasi tubuh dan aliran darah sehingga tubuh akan lebih bugar dan sehat sehingga tak mudah emosi.
4.       Makan makanan bergizi seperti buah, sayur, dan daging, serta menjauhi rokok dan alkohol. Dengan asupan yang tepat, saat-saat menstruasi yang kadang juga menyebabkan anemia tubuh tetap mampu mencukupi kebutuhan nutrisi dan zat penting yang dibutuhkan. Sehingga, tubuh tak akan menderita 5L yang acap kali sering membuat mudah emosi.
5.       Perhatikan juga masa-masa menstruasi. Dengan tahu persis kapan dan saat akan menstruasi, sehingga bisa lebih mudah menyesuaikan jadwal untuk mengatur waktu kesibukan. Dengan cara tersebut, maka akan lebih mudah mengatur masa-masa mudah emosi untuk tidak melakukan pertemuan-pertemuan penting dengan relasi.



















BAB III
PENUTUP

A.       KESIMPULAN
1.        Menstruasi adalah perdarahan dari uterus karena perubahan hormonal yang      teratur atau berdaur teratur, kira-kira empat minggu sekali
2.          Gangguan-gangguan menstruasi meliputi disminore,amenorea dan premenstruasi syndrom
3.          Ada dua penyebab utama gangguan menstruasi. Pertama, kelainan organ seperti mioma, kanker atau polip. Kedua, kelainan hormonal.
4.          Gangguan psikologi wanita hamil diantaranya adalah haid  terasa “kejam mengancam”, kecemasan atau ketakutan, merasa digenangi dosa, merasa terhalangi atau merasa dibatasi kebebasan dirinya oleh datangnya haid, bahkan bisa fobia menstruasi.
5.          Cara mengatasi gangguan-gangguan psikologi pada masa menstruasi adalah dengan melakukan konsultasi atau konsling pada tenaga kesehatan seperti bidan, dokter dan sebagainya dan menjadikan tenaga kesehatan tersebut sebagai konselor.


Rabu, 18 April 2012

format askeb KB


METODE OPERATIF WANITA
PADA Ny. .........Umur.....tahun
 di Rumah Sakit ................................
Tahun 2011

I.       PENGKAJIAN
Tanggal : ....................                                       Jam : ....................
A.    Anamnesa
1.      Biodata
Nama Suami       :                                               Nama Istri       :
Umur                  :                                               Umur               :
Pendidikan         :                                               Pendidikan      :
Pekerjaan            :                                               Pekerjaan         :
Agama                :                                               Agama             :
Alamat               :                                               Alamat                        :
Jumlah anak yang dilahirkan      :
Umur anak terakhir                    :
Pengkajian biodata yaitu berupa pengkajian terhadap pasangan suami istri tersebut yaitu nama suami maupun istri, umur suami maupun istri, pendidikan suami dan istri, pekerjaan suami dan istri, agama suami dan istri, berapa jumlah anak dan berapa usia anak terkecil serta alamat.
a)      Nama suami maupun istri
Perlu dikaji nama suami maupun istri adalah agar jelas identitas dari pasien yang akan dilakukan tindakan tersebut di atas serta untuk dilakukannya persetujuan tindakan lebih mudah.
(Ibrahim C., 1996:81)
b)      Umur
                  Umur dikaji untuk mengetahui apakah telah sesuai dengan syarat dilakukannya kontrasepsi mantap tersebut, masa menjarangkan kehamilan yaitu periode usia antara 20 - 35 tahun. Periode tersebut merupakan periode yang paling baik untuk hamil dan melahirkan dan kontrasepsi KB MOW.  Umur sekitar lebih dari atau sama dengan 26 tahun karena diharapkan dengan umur yang sudah matang tersebut seseorang perempuan tersebut juga akan lebih stabil dalam mengambil suatu keputusan. ( Hartanto : 2003)
c)      Pendidikan suami maupun istri
Semakin tinggi pendidikan suami dan istri tersebut, maka semakin mudah untuk memberikan pemahaman tentang konseling KB MOW yang diberikan karena lebih pikirannya lebih terbuka untuk menerima pengetahuan yang baru.( Notoatmodjo, 1997)
d)     Pekerjaan suami dan istri
                  Ditanyakan untuk mengetahui seberapa berat pekerjaan ibu, karena semakin berat aktifitas ibu maka resiko untuk pemulihan kesehatan ibu akan lebih lama karena ibu butuh waktu untuk istirahat dan keefektifan alat kontrasepsi ini akan berkurang.
e)      Alamat
                  Ditanyakan dengan maksud untuk mempermudah hubungan bila diperlukan dalam keadaan mendesak dan kegawatdaruratan.

2.      Alasan Datang
Suatu dasar tempat yang dituju ( Depdiknas, 2007 ). Masalah KB di Indonesia tujuannya menurunkan angka kelahiran untuk mencapai tujuan tersebut dapat digambarkan dengan 3 fase yaitu : fase menunda kehamilan, menjarangkan kehamilan, dan menghentikan kehamilan. Dalam pengakajian pada alasan datang ini, klien harus benar-benar ingin menghentikan kehamilan atau kesuburannya.

3.      Riwayat Kesehatan
a)      Riwayat Kesehatan Klien
                  Ditanyakan kepada pasien apakah pasien pernah atau belum pernah /tidak sedang menderita penyakit seperti :
-          Tuberkolusis
-          Diabetes melitus
-          Hipertensi
-          Alergi obat
-          Penyakit jantung
-          Gangguan jiwa
-          Anemia
-          Tumor panggul
-          Kelainan pembekuan darah
-          Riwayat infeksi panggul
-          Riwayat pernah menjalani operasi panggul
-          Obesitas (berat badan lebih dari 80 kg)
Riwayat kesehatan ditanyakan untuk mengetahui apakah klien pernah menderita penyakit yang apabila dilakukan kontrasepsi mantap ini akan memperparah penyakit tersebut atau sebaliknya dengan adanya peyakit tersebut akan menjadikan salah satu kontra indikasi untuk dilakukannya MOW.
a.    Diabetes Melitus
Dikhawatirkan dengan klien menderita penyakit diabetes melitus,    maka akan memperpanjang penyembuhan luka dari jaringan yang dioperasi.
b.      Hipertensi
Dengan adanya riwayat hipertensi maka jika dilakukan anestesi umum maka akan menyebabkan terjadinya gangguan pernafasan.
c.    Alergi Obat
Sebelum operasi akan dilakukan anestesi lokal pada bagian yang akan dilakukan pembedahan. Setelah operasi akan diberikan obat untuk membantu mempaercepat pemulihan luka operasi ataupun obat mencegah infeksi. Oleh karena itu jika akseptor mempunyai riwayat alergi obat tertentu maka dapat dicarikan alternatif obat lain.
d.   Penyakit Jantung
Sebagai akibat dari masuknya larutan anestesi ke dalam sirkulasi darah sehingga dapat menyebabkan kerja jantung menjadi tidak stabil. Penyakit jantung atau kardiovaskuler dapat menyebabkan penyulit karena masuknya larutan anestesi ke dalam sirkulasi darah yang gejalanya berupa aritmia, depresi miocard, atau hipotensi dan fibrilasi ventrikel.
e.    Gangguan Jiwa
Pelayanan kontap hanya diberikan kepada calon aseptor yang memenuhi syarat sehat yaitu jika setelah dilakukan pemeriksaan medis disimpulkan tidak ditemui kontraindikasi. Pada pasien yang mengalami gangguan jiwa maka psikologisnya akan terganggu, sehingga susah untuk diajak kerja sama dalam mencapai keberhasilan metode ini.
f.    Kelainan Pembekuan Darah
Apabila mengalami gangguan kelainan pembekuan darah maka
g.   Anemia
Pada penderita anemia jika dilakukan operasi, pada pasca operasi akan terjadi perdarahan dan dapat memperburuk keadaan anemia tersebut.
h.   Riwayat infeksi panggul
Bisa menyebabkan daerah yang terinfeksi menyebar.

i.      Riwayat Pernah Menjalani Operasi Panggul
Bisa meningkatkan resiko infeksi.
j.     Obesitas (berat badan lebih dari 80kg)
Berat badan yang lebih atau obesitas mempersulit untuk dilakukannya pembedahan.
(PKMI.1996:12) (BKKBN.1995:82)
Kontraindikasi lain yaitu pada :
k.   Wanita hamil
Pada wanita hamil dilarang melakukan metode MOW ini, dikarenakan pada MOW ini prinsipnya adalah memotong saluran tuba. Apabila terdapat pemotongan pada daerah ini, maka akan menjadi port de entry. Mikroorganisme bisa masuk hingga ke plasenta dan bagian lain. Sebagai mekanisme respon tubuh terhadap mikroorganisme tersebut, tubuh menolak benda asing yang masuk tersebut dengan membentuk antibody, sehingga tubuh pun menganggap janin dan plasenta sebagai benda asing. Dan tubuh berusaha untuk menyerangnya. Sehingga mampu mempengaruhi keadaan janin, bahkan abortus.
l.     Wanita.....
4.      Riwayat obstetri
a.    Riwayat menstruasi
Dikaji untuk mengetahui hari pertama haid terakhir (HPHT) dan haid yang akan datang. Dikaji untuk memastikan ibu dalam kondisi hamil atau tidak. Karena salah satu kontraindikasi pelaksanaan metode MOW ini adalah wanita hamil
b.   Riwayat persalinan yang lalu
1.      Berapa jumlah anak yang telah hidup
Sebaiknya mengakhiri kesuburan setelah mempunyai minimal 2 orang anak pilihan utama adalah kontrasepsi mantap. Jumlah anak yang hidup akan menjadi syarat seseorang tersebut boleh melakukan MOW tersebut. (Hartanto, 2003: pp.30-31 )


2.       Umur anak terakhir
Umur anak terkecil minimal 2 tahun. Diharapkan dengan usia anak yang sudah 2 tahun ini tingkat morbiditas dan mortalitas akan lebih sedikit daripada anak berusia kurang dari 2 tahun. Sehingga ketika nanti sudah mengambil keputusan untuk memilih kontrasepsi mantap tidak akan menyesal. (Wiknjosastro,2005,p.933)

5.       Riwayat Perkawinan
Perlu dikaji untuk memastikan bahwa klien saat ini mempunyai pasangan yang sah karena salah satu indikasi alat kontrasepsi harus mendapatkan persetujuan dari pasangan ( suami ). ( Depkes RI, 1995 ) Dan untuk melihat apakah klien termasuk kawin muda atau tidak karena syarat untuk melakukan tubektomi adalah minimal umur istri 26 tahun.
6.      Riwayat KB
Dalam riwayat KB perlu dikaji untuk mengetahui kontrasepsi terakhir  yang dipakai klien. Kemudian diberikan konseling kepada klien sehingga :
a.    Telah diberi informasi bahwa masih ada alat kontrasepsi lain yang bias dipergunakan, tetapi tetap memilih kontrasepsi mantap.
b.    Telah diinformasikan bahwa kontrasepsi mantap sifatnya permanent artinya bila berhasil peserta tidak dapat mempunyai anak lagi tetapi tetap memilih kontrasepsi mantap.


7.      Pola Kebiasaan Sehari-hari
a). Pola Nutrisi
Pemenuhan nutrisi yang adekuat membantu mempercepat penyembuhan luka-luka diakibatkan tubektomi.
b). Pola Hygiene
Dengan dilakukan tubektomi akan membuat luka yang mengakibatkan kuman mudah masuk sehingga mudah terkena infeksi bila personal hygienenya kurang dijaga.
c). Pola Seksualitas
Pada pola kebiasaan seksual karena pada hubungan suami istri dengan memakai metode kontrasepsi tubektomi adalah bebas selama luka bedah tubeektomi telah kering dan akseptor tidak mersakan nyeri.
8.      Data Spiritual
Ditanyakan kepada klien dan keluarga apakah ada keyakinan yang tidak membolehkan untuk melakukan tindakan tubektomi ini.
9.      Data Pengetahuan
Ditanyakan kepada klien untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan klien mengenai kontrasepsi yang dipilihnya ini.
10.  Data Psikologis
Dikaji untuk mengetahui apakah klien mempunyai :
-          Rasa takut bahwa tindakan kontap akan mempengaruhi kehidupan sexnya (Hanafi 2006:307)
-          Kecemasan (BKKBN 1995:13)
-          Calon peserta hidup harmonis dan sehat rohani (Winkjosastro 2002:933)
-          Tidak ada tekanan dari pihak lain dan tidak ada imbalan dari orang lain.
11.  Data Sosial Ekonomi
Dikaji untuk mengetahui kehidupan sosial dan ekonomi klien. Keuntungan kontap wanita adalah biaya murah dan terjangkau oleh masyarakat (Mochtar 1998:333)Apabila status ekonomi membaik, orang cenderung memperluas minat mereka untuk mencukupi hal-hal yang semula belum mampu dilaksanakan. Sebaiknya kalau status ekonomi mengalami kemunduran karena tanggung jawab keluarga atau usaha kurang maju maka orang cenderung untuk mempersempit minat mereka. (Hurlock 1996:333)
12.  Data Budaya/ Cultural
Sangat dianjurkan dinegara-negara dimana wanita merasa malu untuk ditangani oleh dokter pria atau kurang tersedia dokter wanita dan paramedis wanita (Hanafi 2006:308)
B.     Pemeriksaan
1.      Pemeriksaan Umum
Keadaan umum  : Baik
Kesadaran          : Compos Mentis
Tanda-tanda Vital
-          Tekanan Darah
Tekanan Darah antara 110/70 mmHg – 140/90 mmHg
Hal ini berhubungan dengan tekanan darah tinggi ( Hipertensi ) dan tekanan darah rendah ( Hipotensi ).
-          Nadi antara 70 – 100x per menit
Ini merupakan nadi yang normal bagi orang dewasa.
-          Suhu
Suhu normal berkisar antara
-          Respirasi
2.      Status present
a.    Mata
·      Konjungtiva tidak pucat
Berhubungan dengan tanda tanda gejala anemia yang dapat berakibat perdarahan setelah dilakuakn tindakan tubektomi.
b.    Dada dan axilla
Tidak ada kelainan pada jantung, paru, hepar,dan limfe.
c.    Genetalia
Labia mayor kanan dan kiri, labia minor kanan dan kiri, serta klitoris tidak terdapat varices, infeksi, dan luka bekas operasi. (PKMI 1996:12)
3.       Pemeriksaan Penunjang.