Kamis, 19 April 2012

persiapan yang dibutuhkan dalam menghadapi persalinan


A. Pengertian
Persiapan persalinan adalah persiapan tindakan yang dibuat ibu,anggota keluarganya dan bidan. Dengan adanya persiapan persalinan akan mengurangi kebingungan dan kekacauan pada saat persalinan dan meningkatkan kemungkinan bahwa ibu akan menerima asuhan yang sesuai serta tepat waktu.

B. Tempat persalinan
Ø tempat melahirkan hendaknya disesuaikan dengan jarak tempuh dari rumah untuk memperkirakan waktu sampai ke rumah sakit.
Ø kalau perlu, lakukan tour kecil-kecilan ke tempat tersebut untuk melihat suasananya. Penting sekali bagi ibu untuk merasa nyaman bila melakukan persalinan di tempat itu.
Ø perhatikan kepadatan lalu lintas pada jam-jam tertentu sehingga dapat mempersiapkan jalur alternatif untuk sampai ke tempat persalinan.
Ø prosedur masuk, fasilitas yang ada, biaya persalinan.
Ø lokasi kamar bersalin, agar dalam keadaan darurat mempercepat sampai ke tempat tujuan
Ø tempat plasenta (ari-ari) harus sudah direncanakan di mana plasenta akan diurus, apakah di rumah atau di tempat bersalin. Biasanya sudah disiapkan di tempat bersalin.
Tempat bersalin yang dapat digunakan antara lain rumah sakit, rumah bersalin, BPM (Bidan Praktek Mandiri), PKD (Poliklinik Kesehatan Desa), dan Puskesmas.
C. Penolong persalinan
Ditentukan oleh ibu hamil, nilai resiko kehamilan, jenis persalinan yang direncanakan.
Ø memilih tenaga kesehatan terlatih.
Ø bagaimana cara menghubungi tenaga kesehatan terlatih tersebut.
     Penolong persalinan antara lain bidan dan dokter spesialis kandungan.



D. Peralatan untuk ibu dan bayi
Barang-barang yang diperlukan ibu :
Ø Baju tidur.
     Bawalah baju tidur yang nyaman untuk dipakai, sebaiknya yang mempunyai kancing di bagian depan. Bawalah baju tidur dengan jumlah yang cukup.
Ø Satu set baju untuk ibu pulang dari rumah sakit.
     Ibu mungkin masih terlihat seperti hamil, karena butuh waktu untuk tubuh kembali ke bentuk semula. Untuk itu bawalah baju yang nyaman, dan tidak sempit.
Ø Alas kaki.
     Untuk menjaga kaki tetap hangat.
Ø Pakaian dalam.
Ø Pembalut wanita khusus untuk ibu bersalin.
Ø Gurita atau korset untuk ibu bersalin.
Ø Handuk.
Ø Perlengkapan mandi.

Keperluan untuk bayi :
Biasanya keperluan bayi akan disediakan oleh rumah sakit. Ibu cukup menyediakan
            persiapan untuk pulang dari rumah sakit.
Ø Popok.
Ø Baju bayi.
Ø Selimut.
Ø Kaos kaki dan tangan.
Ø Gurita bayi.
Ø Bedongan bayi.
Ø Perlak.

E.      Transportasi untuk mempermudah persalinan jika terjadi kegawat daruratan
          Transportasi dapat menggunakan kendaraan pribadi. Bila tidak punya kendaraan pribadi, pastikan ibu atau keluarga sudah menganggarkan untuk transportasi pada saat persalinan (sewa mobil, taksi, atau ambulans). Rencana ini perlu dipersiapkan lebih dini sebelum persalinan dan harus terdiri dari elemen-elemen dibawah ini:
·Dimana ibu akan bersalin (desa, fasilitas kesehatan, rumah sakit).
·Bagaimana cara menjangkau tingkat asuhan yang lebih lanjut jika terjadi kegawat daruratan.
·Ke fasilitas kesehatan yang mana ibu tersebut harus dirujuk.

F.      Penanggung jawab atau pendamping persalinan
·      Dukungan pendampingan persalinan, dibagi menjadi :
a.    Dukungan fisik adalah dukungan langsung berupa pertolongan langsung yang diberikan oleh keluarga atau suami kepada ibu bersalin.
b.    Dukungan emosional adalah dukungan berupa kehangatan, kepedulian maupun ungkapan empati yang akan menimbulkan keyakinan bahwa ibu merasa dicintai dan diperhatikan oleh suami, yang pada akhirnya dapat berpengaruh kepada keberhasilan.
·      Pertimbangan dalam memilih pendamping
Ibu mengetahui dan mempersiapkan siapa yang akan mendampinginya dalam proses persalinan dan harus dipastikan. Sebaiknya suami, tapi kalau karena suatu hal suami tidak mungkin berada di sisi Ibu, atau memang Ibu ingin ada orang lain selain suami, mungkin orangtua, adik, kakak, dan  teman bisa dipilih. Siapapun orangnya, pilih yang Ibu percaya dan mampu memberi dukungan saat menjalani proses persalinan serata bisa menyamankan kondisi ibu. Mereka harus berani melihat Ibu kesakitan. Lebih baik lagi kalau mereka memahami rencana persalinan Ibu dan mampu mengambil keputusan jika ada hal yang tidak sesuai rencana. Jangan lupa, beritahukan tanggal perkiraan persalinan, supaya mereka bisa cuti atau izin dari pekerjaannya untuk mendampingi Ibu.
Diharapkan ibu tinggal konsentrasi pada persalinan saja. Urusan lain, agar suami yang mengambil alih. Jadi, Ibu tidak stress memikirkan ini dan itu. Ibu hamil dengan tingkat stress rendah, lebih memungkinkan melakukan persalinan alami. Dukungan suami dalam proses persalinan akan memberi efek pada sistem limbic ibu yaitu dalam hal emosi, emosi ibu yang tenang akan menyebabkan sel-sel neuronnya mensekresi hormon oksitosin yang reaksinya akan menyebabkan kontraktilitas uterus pada akhir kehamilan untuk mengeluarkan bayi.
·      Yang harus dilakukan oleh pendamping
Orang yang Ibu minta mendampingi Ibu saat persalinan,  punya tanggung jawab besar. Ia harus siap mental dan fisik untuk menghadapi saat persalinan, sama seperti Ibu. Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan oleh pendamping ibu:
ü Setidaknya ia harus sudah mengikuti kelas prenatal.
ü Memahami rencana persalinan Ibu
ü Bisa membantu memijat punggung Ibu untuk membuat ibu nyaman.
Diketahui bahwa ibu-ibu yang mendapatkan massase dan pendampingan mengalami penurunan kejadian depresi, kecemasan dan nyeri serta perasaan yang positif. Pada kondisi ini ibu yang mendapatkan sentuhan berdampak signifikan terhadap lama persalinan lebih pendek (yaitu 8 jam dibandingkan dengan ibu yang persalinannya tidak didampingi waktu persalinannya 11  jam), menurunkan angka kejadian persalinan dengan tindakan, memperpendek waktu perawatan di RS dan mengurangi kejadian depresi post partum..
ü Membuat rencana pembuatan keputusan jika terjadi kegawat daruratan pada saat pembuat keputusan utama tidak ada.
Ø siapa pembuat keputusan utama dalam keluarga.
Ø siapa yang akan membuat keputusan jika si pembuat keputusan utama tidak ada saat terjadi kegawat daruratan.
·      Peran pendamping:
a.       Mengatur posisi ibu, dengan membantu ibu tidur miring atau sesuai dengan keinginan ibu disela-sela kontraksi dan mendukung posisi ini agar dapat mengedan secara efektif saat relaksasi.
b.      Mengatur nafas ibu, dengan cara membimbing ibu mengatur nafas saat kontraksi dan beristirahat saat relaksasi.
c.       Memberikan asuhan tubuh dengan menghapuskan keringat ibu, memegang tangan, memberikan pijatan, mengelus perut ibu dengan lembut.
d.      Memberi informasi kepada ibu tentang kemajuan persalinan.
e.       Menciptakan suasana kekeluargaan dan rasa aman.
f.       Membantu ibu ke kamar mandi
g.      Memberikan cairan dan nutrisi sesuai keinginan ibu.
h.      Memberikan dorongan spiritual dengan ikut berdoa.
i.        Memberi dorongan semangat mengejan saat kontraksi serta memberikan pujian atas kemampuan ibu saat mengejan.


G. Uang / biaya
Keluarga seharusnya dianjurkan untuk mempersiapkan sejumlah uang sehingga dana akan tersedia untuk asuhan selama kehamilan dan jika terjadi kegawat daruratan. Banyak sekali kasus, dimana ibu tidak mencari asuhan atau mendapatkan asuhan karena mereka tidak mempunyai dana yang diperlukan.
Persalinan normal umumnya membutuhkan biaya yang relatif ringan. Namun, bila persalinan diperkirakan harus dilakukan dengan tindakan operatif, maka persiapan dana yang lumayan besar harus segera dilakukan. Untuk mengetahui apakah nanti akan dilakukan sesar, pasangan harus selalu berkonsultasi ke dokter. Lewat konsultasi ini diharapkan, segala kemungkinan yang bakal terjadi bisa lebih dicermati. Bila diperkirakan lahir dengan sesar, pasangan tentunya sudah mempersiapkan dananya sejak jauh hari. Bila dana sudah terkumpul, otomatis beban mental suami juga bisa lebih teratasi.
Sumber biaya persalinan dapat dari beberapa sumber misalnya :
-       Tempat Kerja
Perlu diperhatikan jika memang biaya persalinan ditanggung oleh instansi kerja yaitu biaya meliputi semua atau hanya ditanggung sebagian. Dengan begitu ibu dan keluarga bisa memperkirakan berapa biaya yang mesti disiapkan untuk perawatan persalinan. Kalau perlu periksa juga apakah penggantian tersebut juga mengganti biaya-biaya yang ibu keluarkan untuk kunjungan ke dokter kandungan.

-    Tabungan Ibu Bersalin (Tabulin)
Ibu dan suami harus menyiapkan dana persalinan itu. Ada dua cara menabung yang bisa digunakan. Yang pertama adalah dengan menabung secara rutin setiap bulan. Yang kedua adalah dengan menabung sekali saja. Cara kedua bisa digunakan kalau pada saat itu ibu dan suami sudah memiliki sejumlah dana yang bisa dimanfaatkan.
Tempat menabung juga harus diperhatikan.  Hanya ada dua produk investasi yang disarankan: yang pertama adalah tabungan. Ini karena tabungan tidak akan berkurang nilai nominalnya dan bisa diambil sewaktu-waktu. Bila dilakukan investasi sekali saja, maka ibu mungkin bisa memasukkan uang ke alternatif investasi yang kedua, yaitu deposito. Dipilih deposito dengan jangka waktu yang pendek-pendek saja, seperti deposito berjangka waktu satu bulan. Dengan demikian, setiap satu bulan sekali ibu bisa mengevaluasi apakah akan tetap menaruh uang di deposito itu, atau mengambilnya apabila diperlukan.
Tidak hanya biaya persalinan yang perlu disiapkan. Penting juga agar mempersiapkan dana untuk segala macam keperluan bayi selama beberapa bulan pertama seperti sabun, bedak, baby oil, sampo, pakaian dan lain-lainnya. Sedangkan untuk biaya kebutuhan biaya sehari-hari seperti susu dan makanan bayi, sebaiknya dimasukkan dalam anggaran belanja bulanan sehari-hari.
-       Asuransi Jiwa atau Asuransi Kesehatan
Bila suami ibu adalah satu-satunya pencari nafkah dalam keluarga, sarankan ia untuk segera memiliki asuransi jiwa. Santunan asuransi jiwa bisa digunakan untuk membayar pengeluaran keluarga akibat meninggalnya si pencari nafkah. Dan yang terpenting, santunan asuransi jiwa juga bisa mengganti pembayaran biaya persalinan dan segala macam pengeluaran untuk keperluan bayi nanti.
 H. Pendonor darah
Donor danah tidak kalah penting untuk dipersiapkan jauh-jauh hari sebelum persalinan. Ini dilakukan untuk antisipasi jika sewaktu-waktu terjadi kegawatdaruratan. Pendonor darah bisa dari keluarga terdekat atau pun orang lain seperti tetangga. Selain itu, dapat juga memanfaatkan donor darah di desa atau kelurahan yang sudah terbentuk kelompok donor darah sukarela. Dan ditekankan pula bahwa pendonor darah harus mempunyai golongan darah yang sama dengan ibu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar